Artikel

Kenali Penyebab Hipertensi dan Cara Mengatasinya untuk Mengembalikan Performa

penyebab hipertensi

Source : Freepik

Tahukah Anda bahwa disfungsi ereksi bisa berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang merusak pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke penis. Pertanyaannya, apa sebenarnya penyebab hipertensi hingga berdampak sejauh itu? Tentu Anda tidak ingin masalah tekanan darah berujung pada gangguan ereksi yang menurunkan kualitas hidup. Di artikel ini, Anda akan diajak memahami penyebab hipertensi serta cara mengatasinya sejak dini.

Apa Penyebab Hipertensi?

Hipertensi tidak selalu muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan akibat kombinasi faktor tubuh dan kebiasaan hidup. Secara umum, penyebab hipertensi dapat dibagi ke dalam dua kategori utama, di antaranya:

  • Hipertensi Primer (Hipertensi Esensial)

Hipertensi primer adalah jenis yang paling sering terjadi dan tidak memiliki satu penyebab medis yang spesifik. Kondisi ini berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun dan sering kali tidak menimbulkan keluhan di awal. Banyak orang baru menyadarinya setelah muncul ciri-ciri hipertensi seperti sakit kepala, mudah lelah, atau tekanan di area dada. 

Faktor genetik berperan besar pada hipertensi primer. Jika orang tua atau keluarga dekat memiliki riwayat darah tinggi, risikonya cenderung meningkat. Selain itu, gaya hidup ikut mempercepat munculnya kondisi ini, seperti konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak, stres berkepanjangan, serta kebiasaan merokok. 

Dalam jangka panjang, kombinasi faktor ini dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah dan menurunkan vitalitas pria.

  • Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder terjadi ketika tekanan darah tinggi dipicu oleh kondisi medis atau faktor tertentu yang jelas. Jenis ini sering muncul lebih cepat dan tekanan darah bisa meningkat tajam jika pemicunya tidak ditangani dengan tepat.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat memicu hipertensi sekunder antara lain:

  • Gangguan tidur seperti sleep apnea, yang mengganggu suplai oksigen dan memicu respons tubuh menaikkan tekanan darah.
  • Penyakit ginjal, termasuk kelainan ginjal polikistik, yang mengganggu keseimbangan cairan dan tekanan darah.
  • Masalah kelenjar adrenal, di mana produksi hormon berlebihan memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah.
  • Gangguan tiroid, baik hipertiroid maupun hipotiroid, keduanya membuat jantung bekerja lebih keras dan menaikkan tekanan darah.

Selain kondisi medis, faktor lain juga dapat berperan dalam hipertensi sekunder, di antaranya:

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti dekongestan, obat flu bebas, pil KB, dan beberapa obat pereda nyeri.
  • Zat terlarang, termasuk amfetamin dan kokain, yang mempersempit pembuluh darah dan membebani kerja jantung.
  • Kelainan bawaan, seperti penyempitan pembuluh darah sejak lahir, yang memengaruhi aliran darah normal.

Dalam beberapa kasus, seseorang dapat mengalami hipertensi primer yang kemudian memburuk karena satu atau lebih faktor di atas. Karena itu, mengenali penyebab hipertensi sekunder menjadi langkah penting sebelum menentukan penanganan yang tepat.

 

sulit ereksi

Mengapa Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Sulit Ereksi?

Saat pria mengalami rangsangan seksual, otak mengirim sinyal ke saraf di sekitar penis untuk melemaskan pembuluh darah. Proses ini memungkinkan darah mengalir masuk dan mengisi jaringan penis hingga terjadi ereksi. Mekanisme tersebut sangat bergantung pada kondisi pembuluh darah yang sehat dan aliran darah yang lancar.

Pada penderita hipertensi, tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah. Pembuluh darah menjadi lebih kaku dan menyempit, kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis. Akibatnya, aliran darah ke penis berkurang dan ereksi menjadi sulit dicapai atau dipertahankan. 

Selain berdampak pada aliran darah, hipertensi juga memengaruhi saraf dan keseimbangan hormon yang berperan dalam fungsi seksual. Kombinasi gangguan ini membuat gejala darah tinggi pada pria tidak hanya berupa sakit kepala atau mudah lelah, tetapi juga penurunan performa seksual.

Inilah alasan mengapa hubungan hipertensi dan impotensi sering ditemukan pada pria usia produktif maupun lanjut. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memperbesar dampak darah tinggi pada vitalitas dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tingkatan Tekanan Darah dan Dampaknya bagi Pria

Untuk memahami seberapa besar risiko hipertensi terhadap kesehatan pria, penting untuk mengetahui kategori tekanan darah dan dampaknya. Berikut ini kategori tekanan darah dan kaitannya dengan gangguan ereksi:

Kategori Tekanan Darah Nilai Tekanan Darah (mmHg) Risiko & Kaitan dengan Disfungsi Ereksi
Normal <120 / < 80 Risiko gangguan ereksi relatif rendah. Sekitar 27,6% pria normotensi mengalami disfungsi ereksi.
Prehipertensi 121 – 139 / 81 – 89 Risiko mulai meningkat. Meski belum tergolong hipertensi, aliran darah dapat mulai terganggu jika tidak dikendalikan.
Hipertensi Tahap 1 140 – 159 / 90 – 99 Berkorelasi dengan peningkatan gangguan ereksi, terutama derajat ringan hingga sedang.
Hipertensi Tahap 2 ≥160 / ≥100 Risiko gangguan ereksi  berat lebih tinggi, terutama pada hipertensi dengan durasi lama.

Secara keseluruhan, risiko disfungsi ereksi dapat meningkat hingga dua kali lipat pada pria dengan hipertensi, terlepas dari lamanya kondisi tersebut. Inilah sebabnya mengenali kategori tekanan darah sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih luas, termasuk pada vitalitas dan performa seksual.

Cara Mengatasi Hipertensi secara Alami untuk Mengembalikan Performa

Setelah memahami penyebab dan dampaknya, langkah berikutnya adalah fokus pada perubahan yang bisa dilakukan secara nyata. Beberapa pendekatan alami berikut dapat Anda terapkan secara bertahap, di antaranya:

  • Rutin Bergerak dan Berolahraga

Aktivitas fisik berperan  besar dalam menurunkan tekanan darah. Olahraga aerobik seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau jogging selama sekitar 30 menit per hari dapat membantu menurunkan tekanan darah rata-rata 5-8 mmHg.

Selain itu, latihan kekuatan dua kali seminggu juga membantu meningkatkan kebugaran jantung dan pembuluh darah. Jika dilakukan konsisten, olahraga dapat mencegah tekanan darah yang mulai naik berkembang menjadi hipertensi penuh.

  • Mengatur Pola Makan Seimbang

Pola makan sangat memengaruhi tekanan darah. Diet yang kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, serta produk rendah lemak terbukti membantu menurunkan tekanan darah hingga 11 mmHg. Pola makan seperti DASH atau Mediterania sering direkomendasikan karena menekankan asupan alami dan rendah lemak jenuh.

Selain itu, asupan kalium yang cukup membantu menyeimbangkan efek natrium, sehingga tekanan darah lebih stabil.

  • Membatasi Garam dan Makanan Olahan

Konsumsi garam berlebih merupakan salah satu makanan penyebab darah tinggi yang paling umum. Mengurangi asupan natrium hingga sekitar 1.500-2.300 mg per hari dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.

Cara sederhananya adalah membatasi makanan olahan, membaca label gizi, serta mengganti garam dengan rempah alami saat memasak. Kebiasaan ini juga mendukung diet untuk penderita darah tinggi agar lebih berkelanjutan.

  • Memperbaiki Kualitas Tidur

Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memicu peningkatan tekanan darah. Orang dewasa dianjurkan tidur sekitar 7-9 jam per malam. 

Gangguan tidur seperti sleep apnea atau insomnia sebaiknya ditangani karena dapat memperburuk hipertensi. Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan diri, menjaga keseimbangan hormon, dan mendukung cara menurunkan darah tinggi secara alami. 

  • Berhenti Merokok dan Membatasi Konsumsi Alkohol

Merokok membuat pembuluh darah menyempit dan tekanan darah meningkat. Berhenti merokok membantu tekanan darah turun sekaligus memperbaiki kesehatan pembuluh darah. Sementara itu, konsumsi alkohol justru dapat menaikkan tekanan darah dan mengurangi efektivitas upaya pengendalian hipertensi. 

Baca juga: Ini 7 Makanan Penurun Darah Tinggi yang Juga Jaga Stamina Pria

Menjaga Vitalitas Pria dengan Langkah yang Lebih Terarah

Dengan memahami penyebab hipertensi sejak awal dan menerapkan perubahan gaya hidup yang tepat, tekanan darah bisa lebih terkontrol dan risiko gangguan ereksi dapat ditekan. Konsistensi dalam bergerak, pola makan, tidur, dan kebiasaan sehat dapat menjadi fondasi utama yang perlu Anda praktikkan.

Namun, tidak hanya itu saja, sebagian pria juga memilih dukungan tambahan untuk menjaga vitalitas tetap stabil. Di sinilah peran ekstrak korean panas ginseng dikenal luas, karena membantu mendukung stamina, melancarkan aliran darah, serta menjaga daya tahan tubuh. Pendekatan ini sejalan dengan upaya para pria  menjaga tekanan darah dan performa tubuh.

Jika Anda mencari cara untuk mendukung vitalitas pria di tengah aktivitas padat, Jeongsin bisa menjadi pilihan pendamping harian. Pastikan Anda mendapatkannya melalui website Jeongsin atau marketplace resmi kami di Shopee & Tokopedia agar kualitasnya terjamin, dan jadikan langkah kecil hari ini sebagai investasi kesehatan jangka panjang. 

FAQ

  • Apa penyebab hipertensi yang paling sering terjadi?

Penyebab hipertensi paling umum berkaitan dengan faktor gaya hidup dan kondisi tubuh, seperti konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, obesitas, kebiasaan merokok, serta faktor genetik. Pada sebagian orang, hipertensi juga dapat dipicu oleh kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan tertentu.

  • Apakah hipertensi bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada pria?

Ya, hipertensi dapat memengaruhi fungsi ereksi. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke penis. Kondisi ini menjelaskan hubungan hipertensi dan impotensi yang cukup sering ditemukan pada pria dengan tekanan darah tidak terkontrol.

  • Apa ciri ciri hipertensi yang perlu diwaspadai pria?

Ciri ciri hipertensi sering kali tidak terasa di awal. Namun, beberapa pria dapat mengalami sakit kepala, mudah lelah, pusing, nyeri dada, hingga penurunan performa seksual. Karena gejalanya sering samar, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat dianjurkan.

  • Bagaimana cara menurunkan darah tinggi secara alami?

Cara menurunkan darah tinggi secara alami meliputi olahraga teratur, mengatur pola makan rendah garam dan lemak, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, tidur cukup, mengelola stres, berhenti merokok, serta membatasi konsumsi alkohol. Konsistensi menjalankan kebiasaan ini sangat berpengaruh terhadap hasilnya.

  • Apakah diet berpengaruh besar terhadap hipertensi?

Diet berperan penting dalam pengelolaan hipertensi. Pola makan tinggi garam dan makanan olahan termasuk makanan penyebab darah tinggi. Sebaliknya, diet untuk penderita darah tinggi yang menekankan makanan alami, rendah natrium, dan kaya kalium dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *