Pernahkah Anda mendengar tentang makanan pencegah kehamilan yang katanya bisa bekerja secara alami? Topik ini selalu mencuri perhatian karena seolah menawarkan solusi sederhana bagi siapa saja yang ingin menunda kehamilan tanpa obat atau alat kontrasepsi. Namun, seberapa akurat klaim tersebut dan apa saja fakta di baliknya? Mari simak ulasan lengkapnya di artikel ini.
Daftar Makanan Pencegah Kehamilan yang Sering Dibicarakan

Banyak informasi beredar tentang makanan pencegah kehamilan yang dipercaya bisa memengaruhi kesuburan dan mencegah kehamilan secara alami. Beberapa bahan makanan bahkan pernah diteliti dalam dunia sains, meskipun bukti yang ada umumnya berasal dari uji laboratorium pada hewan. Berikut daftar yang sering diperbincangkan:
-
Pepaya Muda dan Biji Pepaya
Pepaya muda mengandung getah berlimpah papain, enzim yang menurut penelitian dapat menyebabkan kontraksi rahim pada tikus percobaan. Efek ini menyerupai cara kerja hormon prostaglandin atau oksitosin, yang dapat memicu kontraksi kuat pada rahim. Namun, sekali lagi, efek keberhasilan ini masih ditemukan pada tikus, bukan manusia.
Sementara itu, ekstrak biji pepaya pada hewan jantan ditemukan bisa menurunkan jumlah sperma, memperlambat geraknya, dan mengubah bentuknya dalam uji coba hewan. Penelitian ini memunculkan ide bahwa biji pepaya berpotensi menjadi herbal pencegah kehamilan pada pria. Namun, efek ini muncul pada dosis ekstrak yang sangat terkontrol.
-
Biji Wortel
Biji wortel kadang dijuluki sebagai “morning-after pill” alami dalam beberapa tradisi kuno. Hal ini berawal dari riset pada tikus yang menunjukkan bahwa ekstrak biji wortel dapat mengganggu siklus estrus, yaitu siklus kesuburan pada hewan, dan menurunkan kadar hormon estrogen serta progesteron di ovarium.
Jika diberikan setelah proses kawin pada tikus, jumlah embrio yang berhasil menempel di dinding rahim menjadi berkurang. Efek anti-implantasi inilah yang membuat biji wortel masuk daftar makanan yang mengganggu kesuburan menurut sains, meskipun dosis aman dan efektif pada manusia belum diketahui.
-
Neem (Azadirachta Indica)
Neem dikenal luas di penelitian sebagai salah satu herbal pencegah kehamilan paling banyak dikaji, terutama karena kandungan minyak bijinya. Dalam studi laboratorium, minyak biji neem bisa membunuh sperma manusia dalam waktu singkat ketika diuji di luar tubuh (in vitro).
Selain itu, pada tikus, pemberian minyak atau ekstrak neem ke dalam vagina bisa menghambat kehamilan dengan cara membunuh sperma atau mencegah implantasi embrio. Senyawa aktif seperti nimbin dan nimbidin berperan dalam efek ini. Meski begitu, seluruh uji ini baru sebatas hewan dan laboratorium, belum ada bukti kuat di manusia.
-
Lidah Buaya (Aloe Vera)
Lidah buaya sering muncul dalam diskusi herbal pencegah kehamilan karena beberapa penelitian pada tikus betina menunjukkan bahwa ekstraknya bisa menurunkan jumlah embrio yang berhasil menempel di rahim. Efek ini diduga muncul karena senyawa di lidah buaya dapat memengaruhi hormon estrogen serta menebalkan atau menipiskan lapisan rahim.
Ada juga studi yang mempelajari dampak ekstrak lidah buaya terhadap hormon pria dan jaringan testis pada dosis tinggi, tapi semuanya masih di tahap penelitian hewan. Penting untuk diingat, konsumsi lidah buaya sebagai makanan sehari-hari belum terbukti berdampak sama dengan penggunaan ekstrak pekat di laboratorium.
-
Daun Peterseli (Apiol)
Peterseli atau parsley punya sejarah panjang digunakan sebagai pelancar haid dan bahkan sebagai abortifacient (pemicu keguguran) dalam dosis tinggi. Kandungan utama apiol di daun peterseli dapat menyebabkan kontraksi hebat pada otot rahim dan dapat merusak jaringan plasenta, jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Penelitian toksikologi modern mencatat bahwa dosis apiol yang dapat memicu efek tersebut sangat dekat dengan dosis berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan organ, bahkan kematian. Maka dari itu, penggunaan peterseli untuk tujuan ini sangat tidak dianjurkan, karena risikonya jauh lebih besar dibanding manfaatnya.
-
Vitamin C dan Makanan Tinggi Vitamin C
Vitamin C kerap disebut-sebut sebagai salah satu cara mencegah kehamilan secara alami dengan makanan. Hal ini berawal dari beberapa penelitian lama pada hewan yang menemukan bahwa dosis asam askorbat yang sangat tinggi bisa menurunkan kadar progesteron, hormon penting untuk mempertahankan kehamilan.
Namun, penelitian modern tidak menemukan bukti yang konsisten pada manusia. Bahkan, ada data yang menunjukkan vitamin C dapat mendukung kesehatan sel-sel rahim. Mitos tentang vitamin C dosis tinggi untuk haid lebih banyak berkembang dari klaim yang beredar tanpa dukungan ilmiah kuat.
-
Nanas Muda (Bromelain)
Nanas muda mendapat reputasi sebagai makanan pemicu kontraksi rahim karena kandungan bromelain. Enzim ini diketahui dapat memengaruhi peradangan dan sirkulasi darah, sehingga muncul anggapan bahwa konsumsi nanas muda bisa mengubah kondisi rahim pada awal kehamilan.
Walau begitu, tidak ada bukti bahwa bromelain dari buah nanas mencapai rahim dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan efek kontraseptif. Manfaat nanas muda untuk wanita dalam konteks pencegahan kehamilan masih sebatas dugaan, bukan temuan ilmiah yang solid.
-
Jahe
Jahe sering masuk ke daftar makanan yang mengganggu kesuburan karena riset pada hewan menunjukkan perubahan pada hormon estrogen dan progesteron setelah pemberian ekstrak jahe dalam dosis tinggi. Beberapa penelitian juga menyoroti pengaruhnya terhadap aliran darah dan respons peradangan, yang kemudian dikaitkan dengan gangguan implantasi.
Namun, temuan ilmiah tidak bersifat konsisten. Ada juga studi yang justru menemukan jahe mendukung kualitas sel telur. Karena arah hasil penelitian beda-beda, jahe belum dapat dianggap sebagai herbal pencegah kehamilan yang memiliki bukti kuat.
-
Buah Ara
Buah ara sering disebut dalam tradisi sebagai bahan untuk mengatur kesuburan, dan hal ini pernah diperkuat oleh temuan dari satu studi pada tikus. Dalam riset tersebut, ekstrak fig tampak menurunkan peluang embrio menempel di rahim, sehingga memunculkan dugaan adanya efek anti-implantasi.
Hanya saja, data penelitian masih sangat terbatas dan belum diuji pada manusia. Klaim buah ara sebagai makanan pencegah kehamilan lebih bersumber pada pengalaman tradisional daripada bukti ilmiah.
-
Biji Wijen
Biji wijen secara tradisional digunakan bersama madu dan dikenal sebagai campuran yang dianggap dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi. Beberapa budaya percaya bahwa konsumsi biji wijen bisa mengganggu proses implantasi karena efeknya pada sistem hormonal.
Meskipun begitu, literatur ilmiah modern belum menemukan bukti kuat yang mendukung klaim tersebut. Pengaruh biji wijen terhadap risiko kehamilan masih berupa kepercayaan turun-menurun, bukan hasil penelitian klinis.
Apakah Ada Cara yang Bisa Mencegah Kehamilan?
Walaupun berbagai makanan pencegah kehamilan dan herbal pencegah kehamilan kerap dibicarakan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan ada makanan yang benar-benar efektif mencegah kehamilan pada manusia. Cara mencegah kehamilan secara alami dengan makanan masih sebatas kepercayaan atau hasil penelitian terbatas pada hewan.
Metode yang dianggap paling efektif untuk meminimalisir risiko kehamilan adalah dengan kontrasepsi modern seperti pil KB, IUD, kondom, atau prosedur steril. Meskipun tidak sepenuhnya dapat mencegah kehamilan, cara-cara ini sudah terbukti secara ilmiah dan direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.
Baca juga: Adakah Posisi Tidur Setelah Berhubungan agar Tidak Hamil? Cek Faktanya!
Pilihan Bijak untuk Masa Depan Reproduksi yang Sehat

Makanan pencegah kehamilan memang selalu menarik untuk dibahas, namun hingga kini belum ada bukti kuat yang membuktikan efektivitasnya dalam mencegah kehamilan secara pasti. Berbagai penelitian yang ada kebanyakan masih terbatas pada hewan, sehingga belum bisa dijadikan pegangan utama dalam merencanakan keluarga.
Daripada memikirkan cara instan yang belum teruji, ada hal penting yang bisa kita pikirkan, yaitu menjaga kesehatan organ reproduksi jangka panjang. Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan adalah memilih asupan dan suplemen yang mendukung stamina, keseimbangan hormon, dan vitalitas tubuh secara keseluruhan.
Jeongsin hadir sebagai suplemen yang diformulasikan untuk menjaga kebugaran pria maupun wanita, sehingga Anda bisa lebih siap dalam menjalani program keluarga berencana yang sehat dan terencana. Mau tahu infonya lebih jauh? Cek informasi lengkapnya di website resmi Jeongsin dan temukan solusi terbaik untuk masa depan reproduksi yang lebih sehat!
FAQ
1. Apakah benar ada makanan pencegah kehamilan yang efektif?
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan makanan tertentu bisa benar-benar mencegah kehamilan pada manusia.
2. Apakah makan nanas muda bisa menggugurkan kandungan?
Belum ada bukti kuat bahwa konsumsi nanas muda dapat menyebabkan keguguran atau mencegah kehamilan secara efektif.
3. Apakah vitamin C dosis tinggi bisa mencegah kehamilan?
Tidak ada data ilmiah yang mendukung klaim bahwa vitamin C dosis tinggi dapat mencegah kehamilan atau menjadi pengganti kontrasepsi.
4. Apakah herbal seperti neem atau jahe bisa dijadikan kontrasepsi alami?
Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan potensi efek antifertility, namun belum ada bukti keamanan dan efektivitas pada manusia.
5. Apa cara paling aman untuk mencegah kehamilan?
Menggunakan kontrasepsi modern seperti pil KB, IUD, kondom, atau prosedur steril adalah pilihan paling efektif dan sudah terbukti secara medis.